Amal jariyah 14 abad

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ (O)

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"" (Al-Munafiqun: 10)

Kenapa orang yang meninggal diayat itu, tidak meminta tangguh ajalnya agar bisa sholat, puasa, haji, atau jihad? kenapa orang yang meninggal tersebut malah minta tangguh agar bisa bersedekah?

mungkin jawabannya ada di Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad ini:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: (صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

jadi wajar jika orang yang meninggal itu minta ditangguhkan ajalnya untuk bersedekah, karena dia ingin agar setelah meninggal amalnya tidak terputus dan timbangan kebaikannya di akhirat kelak bisa bertambah berat.

Salah satu sedekah jariyah terlama yang masih ada sampai sekarang mungkin adalah sumur milik 'Utsman bin 'Affan.

A

lkisah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di kota Madinah, beliau menjumpai bahwa jumlah air tawar sangatlah sedikit. Dan di kota Madinah, tidak ada sumur yang mengeluarkan air tawar sepanjang tahun kecuali sumur Rumah (nama salah satu sumur yang ada di Madinah). Maka beliau bersabda:

مَنْ يَشْتَرِى بِئْرَ رُومَةَ فَيَكُونُ دَلْوُهُ فِيهَا مَعَ دِلاَءِ الْمُسْلِمِينَ بِخَيْرٍ لَهُ مِنْهَا فِى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membeli sumur Ruumah kemudian menjadikan di dalamnya ember miliknya bersama ember-ember milik kaum Muslimin (maksudnya digunakan bersama-sama kaum Muslimin) dengan kebaikan, baginya (ganti yang lebih baik) di surga.” (HR At-Tirmidzi, Al-Baihaqi, Ad-Daruquthni, An-Nasai.)

Javascript is required to view this map.

  'Utsman bin 'Affan menyambut seruan Rasulullah SAW tersebut. 'Utsman bin 'Affan bergegas menemui orang Yahudi tersebut untuk membeli separuh sumur tersebut. Disepakatilah harga separuh sumur itu 12.000 Dirham dengan perjanjian satu hari menjadi hak orang Yahudi itu, dan keesokan harinya adalah hak 'Utsman bin 'Affan atas sumur tersebut. Pada giliran hak pakai 'Utsman bin 'Affan,'Utsman bin 'Affan menyuruh kaum Muslimin bergegas mengambil air yang cukup untuk kebutuhan dua hari secara gratis. Si Yahudi merasa rugi, karena pada giliran hak pakai dirinya terhadap sumur itu tidak ada lagi kaum Muslimin yang memebeli air padanya. Orang Yahudi tersebut mengeluh kepada Usman, dan akhirnya menjual separuhnya kepada Usman dengan harga 8.000 Dirham.

Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Usman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun kurma yang sangat luas. Kebun wakaf Usman tersebut dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani).Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf 'Utsman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama 'Utsman bin 'Affan.

Rekening atas nama 'Utsman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf Saudi Arabia.
Dengan begitu ‘kekayaan’ 'Utsman bin 'Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.
Di atas tanah tersebut, dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari ‘rekening’ Utsman dan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.

 

 

images by: http://blogspot.com
No votes yet

Powered by Drupal - Edited from aurora