juraij

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (O) وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (O)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Luqman: 14-15)

ini adalah kisah Juraij yg hidup jauh sebelum masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu katanya, “Seorang yg bernama Juraij sedang mengerjakan ibadah di sebuah sauma (tempat ibadah). Lalu ibu datang memanggilnya, --Humaid berkata, “Abu Rafi’ pernah menerangkan kepadaku mengenai bagaimana Abu Hurairah meniru gaya ibu Juraij ketika memanggil anaknya, sebagaimana beliau mendapatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dgn meletakkan tangan di bagian kepala antara dahi dan telinga serta mengangkat kepalanya,-- “Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku’. Ketika itu perempuan tersebut mendapati anaknya sedang shalat. Dengan keraguan Juraij berkata kepada diri sendiri, ‘Ya Allah, ibuku atau shalatku’. Tetapi Juraij telah memilih untuk meneruskan shalatnya.

Tidak berapa lama selepas itu, perempuan itu pergi untuk yg kedua kalinya. Beliau memanggil, ‘Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku’. Juraij bertanya lagi kepada diri sendiri, ‘Ya Allah, ibuku atau shalatku’. Tetapi beliau masih lagi memilih untuk meneruskan shalatnya.

Oleh karena terlalu kecewa akhirnya perempuan itu berkata, ‘Ya Allah, sesungguh Juraij ialah anakku. Aku sudah memanggil berulang kali, namun ternyata ia enggan menjawabnya. Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah yg disebabkan oleh perempuan pelacur’. Pada suatu hari seorang pengembala kambing sedang berteduh di dekat tempat ibadah Juraij yg letak jauh terpencil dari orang ramai. Tiba-tiba datang seorang perempuan dari sebuah dusun yg juga sedang berteduh di tempat tersebut. Kemudian kedua melakukan zina, sehingga melahirkan seorang anak. Ketika ditanya oleh orang ramai, ‘Anak dari siapakah ini ?’. Perempuan itu menjawab. ‘Anak dari penghuni tempat ibadah ini’. Lalu orang ramai berduyun-duyun datang kepada Juraij. Mereka membawa besi.

Mereka berteriak memanggil Juraij, yg pada waktu itu sedang shalat. Maka sudah tentu Juraij tidak melayani panggilan mereka, akhir mereka merobohkan bangunan tempat ibadahnya. Tatkala melihat keadaan itu, Juraij keluar menemui mereka. Mereka berkata kepada Juraij. ‘Tanyalah anak ini’. Juraij tersenyum, kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya. ‘Siapakah bapakmu?’. Anak itu tiba-tiba menjawab, ‘Bapakku ialah seorang pengembala kambing’. Setelah mendengar jawaban jujur dari anak tersebut, mereka kelihatan menyesal, lalu berkata. ‘Kami akan mendirikan tempat ibadahmu yg kami robohkan ini dgn emas dan perak’. Juraij berkata, ‘Tidak perlu, biarkan ia menjadi debu seperti asalnya’. Kemudian Juraij meninggalkannya”.
[Hadits Riwayat Bukhari -Fathul Baari 6/476, dan Muslim 2550 (8)].

Kisah di atas diceritakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sedang menjelaskan tentang tiga orang yg dpt berbicara sewaktu kecil, yg pertama ialah Isa bin Maryam yg berbicara ketika masih bayi, kedua Ashabul Ukhdud yg tercantum dalam surat Al-Buruj dan ketiga ialah kisah Juraij ini.

No votes yet

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
  _    _   __  __          __  _____   ____  
| | | | /_ | \ \ / / |_ _| | _ \
| | | | | | \ \ /\ / / | | | |_) |
| | | | | | \ \/ \/ / | | | _ <
| |__| | | | \ /\ / _| |_ | |_) |
\____/ |_| \/ \/ |_____| |____/

Enter the code depicted in ASCII art style.

Powered by Drupal - Edited from aurora