story

warning: Creating default object from empty value in /home/w171042/public_html/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 34.

shalawat tarhim

Habis sholat isya, dan makan malam ditemani istri, memang enak sembari bersantai didepan TV. secara kebetulan ditayangkan siaran ulang pengajiannya KYAI KANJENG di AdiTV. Alangkah indahnya Cak Nun membawakan shalawat Tarhim.

piagam madinah / صحیفة المدينة

Piagam Madinah ( صحیفة المدینه, shahifatul madinah) juga dikenal dengan sebutan konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib / يثرب (kemudian bernama Madinah) di tahun 622. kalo orang-orang menggemborkan bahwa konstitusi pertama yang dicatat adalah magna carta, itu salah besar.

juraij

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (O) وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (O)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Luqman: 14-15)

ini adalah kisah Juraij yg hidup jauh sebelum masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

ashabul uhkdud

قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (O) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (O) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (O) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (O) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (O) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (O)

"Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (Al-Buruj: 4-9)

Muslim meriwayatkan dari Shuhaib bahwa Rasululloh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

LAILA DAN MAJNUN

Kisah Laila dan Majnun diceritakan di Timur selama ribuan tahun dan selalu membawa kekaguman besar, karena ini bukan sekedar sebuah kisah cinta, melainkan juga sebuah pelajaran cinta. Bukan cinta sebagaimana umumnya dipahami orang, tetapi cinta yang berada di atas bumi dan langit.
 

'umar bin khattab

tadi ada teman yang bertanya,

'Uways Al-Qarni

'Uways berasal dari daerah qaran, yaman. Suatu hari 'Uways pernah meminta izin kepada ibunya untuk menemui rasulullah SAW, lantas ibunya berkata: "Engkau kuizinkan pergi, lekaslah temui beliau, dan segeralah pulang. Jika rasulullah berada di rumah , engkau boleh menemui beliau, jika tidak, maka cepatlah pulang."

Powered by Drupal - Edited from aurora